• Home
  • Company Profile
  • Products
    • Wheel Barrow
      • Steel Handle
      • Wood Handle
      • Steel Handle Plastic Tray
    • Accessories
      • Rubber Wheel
      • Bearing
    • Household Scale
  • Photo Gallery
  • Contact
Friday 3 December 2010 — moderator

Kinerja Ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Moody's Investor Service berencana meningkatkan peringkat Indonesia.

  • Read more
Wednesday 18 November 2009 — admin

FTA Indonesia-China, Berpotensi Hancurkan Industri Nasional

Jakarta - Penerapan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Area /FTA) antara Indonesia dengan China bisa menghancurkan industri nasional dan memunculkan PHK secara besar-besaran.

  • Read more
Wednesday 18 November 2009 — admin

Industri Plastik RI Juga Terancam FTA-ASEAN

Jakarta - Sektor usaha industri plastik tergabung dalam Asosiasi Industri Olefin aromatik dan plastik Indonesia (INAplas) mendesak pemerintah untuk menunda pelaksanaan Free Trade Agreement (FTA) ASEAN

  • Read more

wheelBarrowWheelSeriesplasticScale

Wednesday 18 November 2009 — admin

FTA Indonesia-China, Berpotensi Hancurkan Industri Nasional

Jakarta - Penerapan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Area /FTA) antara Indonesia dengan China bisa menghancurkan industri nasional dan memunculkan PHK secara besar-besaran.

Hal ini disampaikan oleh Executive Committe Indonesian Iron and Steel Industry Association Purwono Widodo dalam siaran pers yang diterima detikFinance , Selasa (17/11/2009).

"Karena kebijakan yang membebaskan biaya masuk impor menjadi 0% tersebut merupakan berkah bagi China untuk melakukan kolonialisme pasar di Indonesia. Produk-produk China yang terkenal murah adalah saingan terbesar dan terberat bagi industri baja di Indonesia. Sebab itu, bisa diperkirakan akan banyak industri baja yang gulung tikar bila kerjasama tersebut diterapkan," tuturnya.

Bukan hanya sektor industri baja saja yang mengharapkan adanya penundaan penerapan FTA Asean–China ini, tetapi juga sektor industri lainnya seperti tekstil, makanan/minuman, furniture, dan lain-lain.

Purwono menjelaskan, adanya ketidaksiapan sektor industri baja dalam menghadapi penerapan FTA Asean–China ini antara lain karena adanya ketidaksiapan perangkat Counter Measures seperti AD, CVD dan safeguard dan juga karena adanya faktor-faktor eksternal lainnya yang kurang mendukung keberadaan industri baja Nasional.

"Yang diharapkan dari sektor industri baja Nasional adalah agar dalam FTA Asean – China, sektor industri baja dimasukkan dalam kategori HSL (Highly Sensitive List ), yang mana penerapannya dimulai pada tahun 2018," ujarnya.

Menurut Purwono, apabila penerapan FTA Asean–China tetap dipaksakan, maka akan berakibat membanjirnya produk impor dari China yang tentunya akan menghancurkan industri baja Nasional dan memunculkan PHK secara besar-besaran.

Kesiapan industri domestik merupakan acuan utama dalam pembukaan kanal perdagangan bebas. Apabila acuan tersebut diabaikan, maka kenaikan angka pengangguran dan matinya industri dalam negeri pun akan terjadi.

Sementara itu, Ekonom FEUI Faisal Basri mengatakan, kebijakan pemerintah dalam mengatur pola industrialisasi, utamanya harus berorientasi pada market nasional.

Pola-pola tersebut sudah diterapkan Negara-negara Asia Timur melalui substitusi impor dengan proteksionismenya. Aliran ekspor kemudian menjadi konsen selanjutnya ketika membicarakan masalah aktivitas perdagangan internasionalnya.

(dnl/qom)

Sumber : detikfinance.com

Products

  • Wheel Barrow
    • Steel Handle
    • Wood Handle
    • Steel Handle Plastic Tray
  • Accessories
    • Rubber Wheel
    • Bearing
  • Household Scale
© 2009 ARTCO. Technology Innovation - Export Quality
Home | Company Profile | Our Products | Inquery Form | Contact Us | Event & News | Photo Gallery